19 Januari 2006
Sumber: The Jamestown Foundation

Kavkazky Uzel pada 18 Januari memberitakan bahwa banyak orang Chechnya menganggap seruan penjabat Perdana Menteri Chechnya Ramzan Kadyrov untuk legalisasi poligami di Chechnya sebagai “lelucon buruk”. Kadyrov berkata 13 Januari lalu dalam wawancara telepon panjang dengan radio Ekho Moskvy untuk isu pembesaran anak bahwa poligami “mutlak diperlukan” dan “penting untuk bangsa Chechnya” karena “kita punya peperangan; kita punya, menurut statistik, lebih banyak wanita daripada pria. Menurut berbagai data, selisihnya 9-18%.” Kata Kadyrov, kaum pria seharusnya bisa memiliki sampai empat isteri jika mampu menafkahi mereka, tapi bahwa poligami tak perlu dilegalkan secara formal dan bahwa itu seharusnya terserah pada individu. Kadyrov sendiri punya satu isteri, lima puteri, dan satu putera.

Pernyataan Kadyrov soal poligami mendapat dukungan dari Mufti Tertinggi Majelis Keagamaan Pusat umat Muslim Rusia, Talgat Tadzhuddin. “Itu akan membantu kita memecahkan masalah stabilisasi masyarakat,” kata Tadzhuddin kepada Interfax pada 13 Januari. Dia bilang poligami akan membantu menyediakan nafkah dan kasih-sayang ayah bagi anak-anak yang dikandung di luar nikah—“yang dialami banyak pria Rusia”—dan bagi anak-anak terlantar. Namun, imbuh Tadzhuddin, praktek tersebut seharusnya diatur secara legal. “Sebagian oligarki mempunyai total 40 isteri masing-masing,” ujarnya. “Mereka berkewajiban memikul tanggungjawab atas isteri-isteri tersebut.” Sang mufti berkata bahwa poligami akan membantu Rusia menyelesaikan krisis demografis dan menurutnya tak ada masalah dengan fakta bahwa non-Muslim mengadopsi poligami. “Sebagian Muslim juga mengadopsi beberapa tradisi kaum lain—mereka merayakan Tahun Baru, Paskah, makan babi dan minum alkohol,” kata Tadzhuddin.

Komentar Kadyrov soal poligami juga disambut antusias oleh pemimpin Partai Liberal Demokrat Rusia (LDPR) Vladimir Zhirinovsky, yang aktif mengkampanyekan legalisasi poligami di Rusia (lihat, sebagai contoh, wawancaranya dengan Moscow Times, 2 Februari 2001). Newsru.com mengutip Zhirinovsky berkata bahwa Kadyrov “sepenuhnya benar dan LDPR telah selalu mendukung ide ini. Musim panas nanti saya akan pergi ke Chechnya untuk berlibur di desa Tsentoroi, desa kelahiran Ramzan Kadyrov, dan saya siap memperisteri dua gadis Chechnya.” Sang pemimpin ultra-nasionalis mengaku siap mengajukan perundang-undangan yang melegalkan poligami di Duma Negara. Zhirinovsky mengajukan perundangan serupa pada Oktober 2000, tapi Duma mementahkannya dengan selisih lebar.

Di Kaukasus Utara, dukungan untuk poligami bukan tanpa preseden. Pada 1999 silam, Presiden Ingushetia kala itu, Ruslan Aushev, menerbitkan dekrit yang membolehkan kaum pria memiliki empat isteri—berdalih bahwa itu semata-mata melegalkan situasi de facto di republik tersebut—tapi Kementerian Kehakiman federal menolaknya dan menyebut itu inkonstitusional dan harus dibatalkan. Pada 2001, Mahkamah Agung Ingushetia menyatakan tidak sah dua pasal dalam UU perkawinan dan hubungan keluarga yang pada intinya melegalkan poligami.

Tapi tidak semua orang di Chechnya memuji dukungan Ramzan Kadyrov untuk praktek ini. Kavkazky Uzel pada 18 Januari mengutip Ali Mashaev, mullah di salah satu masjid Grozny, yang berkata: “Islam membolehkan kaum pria memiliki beberapa isteri. Tapi, pada saat bersamaan, sang suami harus memenuhi serangkaian syarat. Sebagai contoh, semua isteri harus dinafkahi secara sama, harus ada kesetaraan hak, masing-masing harus menerima perhatian sama, dan sebagainya. Memiliki empat isteri sekaligus adalah tanggungjawab yang sangat besar, dan segala hal lain. Secara pribadi, setahu saya tak ada satupun di republik ini yang mempunyai empat isteri sah. Hanya dua isteri, tapi tidak lebih. Setiap pria seharusnya menghadapi isu ini dengan hati-hati dan penuh pertimbangan. Apalagi hari ini, saat republik kita berada dalam puing-puing dan sulit sekali memberi makan bahkan satu atau dua anggota keluarga. Saya rasa kesetujuan Ramzan Kadyrov pada tradisi poligami tidak akan menggiring pria-pria kita untuk mengambil beberapa isteri sekaligus.”

Seorang penduduk Grozny berusia 33 tahun bernama Zareta juga bereaksi negatif terhadap promosi poligami oleh Kadyrov. “Pengangguran di antara penduduk republik ini, menurut angka resmi, lebih dari 80%,” kata perempuan ini kepada Kavkazky Uzel. “Mayoritas pria kami menganggur, dan secara umum kaum wanita berurusan dengan persoalan menafkahi keluarga. Mereka berjualan di pasar, mengangkut barang dagangan, bekerja di tempat konstruksi swasta sebagai tukang plester, dan sebagainya. Saya rasa pihak berwenang seharusnya menyelesaikan masalah pengangguran terlebih dulu, baru kemudian isu poligami bisa diangkat, bersama-sama dengan kebutuhan untuk menyelesaikan masalah lain.”

Ramzan Kadyrov menimbang-nimbang isu sosial lain pekan lalu, memerintahkan lembaga penegak hukum Chechnya untuk mengakhiri penyelundupan narkoba dan perdagangan alkohol ilegal. “Saya beri kalian waktu satu minggu, dan dalam jangka waktu ini bila kalian tidak berhasil membalik situasi terkait penyebaran dan penggunaan narkoba dan penjualan ilegal minuman beralkohol, saya akan ambil keputusan mengganti staf di puncak departemen-departemen terkait,” RIA Novosti mengutip perkataan Kadyrov dalam rapat pimpinan penegak hukum dan pejabat teras lain pada 15 Januari. Reuters 19 Januari mewartakan bahwa kepolisian Chechnya telah menyita ratusan ribu botol alkohol dari pasar dan kafe. Kantor berita ini mengutip laporan Kementerian Dalam Negeri Chechnya bahwa polisi telah menyita 750.000 botol minuman beralkohol dan menutup sebuah pabrik alkohol ilegal. Pedagang di pasar-pasar Grozny menyebut polisi tidak memeriksa izin mereka sebelum menyita alkohol tersebut, dan yang lain menyebut polisi bahkan memecahkan minuman beralkohol legal. Sekitar sembilan kilogram narkoba juga dikabarkan disita. “Tak satupun agama dunia membolehkan narkoba, apalagi Islam,” kata Kadyrov pada 18 Januari sebagaimana dikutip Reuters. Kita harus ingat, pecandu narkoba adalah target utama perekrutan teroris.”

Sementara itu, Ramzan Kadyrov telah diangkat sebagai anggota kehormatan Russian Academy of Natural Sciences. RIA Novosti mewartakan pada 18 Januari bahwa wakil presiden akademi, Aleksandr Lagutkin, telah pergi ke Gudermes untuk menganugerahkan lencana perak dan diploma kepada sang mantan juara tinju. “Russian Academy of Natural Sciences meminta perhatian khusus pada proses-proses yang berlangsung di Republik Chechnya dan mencatat dengan puas bahwa perubahan serius terkait penguatan wewenang negara dan pembangunan ekonomi telah terjadi di sini akhir-akhir ini,” Lagutkin dikutip berkata demikian. Dia menambahkan bahwa “pasca kematian Akhmad Kadyrov, proses positif di republik ini belum berkurang, tapi justru mendapat momentum, dan Ramzan Kadyrov berdiri di bagian depan perubahan ini.” Presiden Chechnya Alu Alkhanov menganugerahkan “Pelindung Republik Chechnya” kepada Ramzan Kadyrov atas jasa-jasa yang diberikan dalam “pendirian Republik Chechnya”, warta Grani.ru pada 18 Januari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s