Trump Digerakkan Oleh Impian Kejayaan Narsistik

Oleh: Hannah Hoppe
9 Agustus 2015
Sumber: Personality Politics

Seorang taipan berprofil tinggi yang berubah jadi selebritis TV menghina seluruh kelompok masyarakat dan seorang pahlawan perang yang diakui secara nasional, tapi memperlebar keunggulannya dalam jajak pendapat dalam perburuan jabatan tertinggi di negeri ini. Siapapun yang tidak hidup di bawah batu, tahu kandidat yang dimaksud adalah Donald Trump—“The Donald”.

Trump, yang sedang menulis ulang kearifan konvensional tentang kampanye pencapresan, mengumumkan pencalonannya di awal Juni. Terlepas dari banyaknya ramalan sinis kritikus, kampanyenya maju pesat. Survey anyar terhadap pemilih Republik memperlihatkan Trump dengan sekitar 25 persen dukungan di gelanggang besar berisi lebih dari selusin calon kredibel, melampaui para unggulan awal seperti Gubernur Wisconsin Scott Walker dan mantan Gubernur Florida Jeb Bush.

Pertanyaan yang diajukan para cendekiawan politik adalah ini: apa yang membuat seseorang sekasar itu begitu populer?

Memahami kepribadian—pola berpikir, bertindak, merasa, dan berhubungan dengan orang lain yang berurat-akar, tahan lama, dan dapat diprediksi—dapat menempuh jalan panjang menuju jawabannya.

Analisa empiris atas kepribadian Trump dengan Millon Inventory of Diagnostic Criteria dilakukan musim panas ini di College of St. Benedict and St. John’s University’s Unit for the Study of Personality in Politics.

Karismatik dengan dominansi tinggi

Menurut hasil temuan, pola kepribadian utama Trump adalah Ambisius/melayani diri sendiri—sebuah tolok ukur narsisisme—dengan ciri sekunder berupa pola Dominan/mengendalikan dan Ramah/suka berteman. Label “karismatik dengan dominansi tinggi” dipakai sebagai kependekan dari kompleks kepribadian ini, mengingat karisma politik tipikalnya adalah fungsi kepercayaan diri tertinggi (narsisisme) berpadu dengan ekstroversi dosis banyak.

Orang-orang yang mencetak skor tinggi pada skala Ambisius maupun Ramah, seperti kasus Trump yang percaya diri dan ekstrovert—dan kebetulan mantan presiden Bill Clinton—mahir dalam promosi diri dan terampil dalam seni pengaruh sosial. Kendati sangat ambisius dan termotivasi, mereka punya kecenderungan untuk tidak disiplin, dengan kegemaran berpikir dangkal dan berbicara secara umum. Mereka rawan bertindak impulsif dan ujung-ujungnya lebih selaras dengan kebutuhan mereka sendiri daripada kebutuhan orang lain.

Tingkat dominansi (indikasi daya tempur) yang tinggi dalam profil kepribadian Trump juga menghasilkan beberapa wawasan menarik. Dominansi tinggi pada seorang kandidat memasok persepsi kepemimpinan kuat, komponen penting elektabilitas, bagi khalayak. Itu terutama berlaku di Partai Republik, yang condong pada keketatan nilai—militer kuat, hukum dan tatatertib, dan sebagainya—hingga derajat lebih tinggi daripada di Partai Demokrat.

Implikasi kepemimpinan

Pemeriksaan terhadap perpaduan ciri-ciri kepribadian Trump melukiskan gambaran persona lebih jernih di balik “distraksi berdaya tarik”, sebagaimana Des Moines Register menggolongkan si pemberontak Trump dalam editorial baru-baru ini.

Tidak heran, kepribadian Trump memiliki implikasi kepemimpinan yang dapat diprediksi. Dia adalah tipe orang yang rela membayar aktor untuk menghadiri pidato pengumuman pencapresannya sebagaimana dituduhkan, berbicara dalam bahasa luas, seringkali dilebih-lebihkan, seperti mengatakan bahwa dia punya rencana rahasia untuk mengalahkan Islamic State, menolak meminta maaf atas hal apapun, memandang dirinya orang baik yang dicintai setiap orang, digerakkan oleh impian kejayaan narsistik, dan menganggap dirinya salah satu presiden terhebat dalam sejarah AS.

Jika kita pertimbangkan gaya kepribadian tahan lama Trump, segera menjadi jelas kenapa dia muncul sebagai unggulan di antara gelanggang besar calon-calon presiden Republik. Walaupun pengakuan nama memainkan peran, Trump terbang tinggi berkat corak dramatisasi, kepercayaan diri, penggembungan diri dan persona menarik memikat, yang mengisap siaran dari liputan rival-rivalnya dan menempatkannya di panggung utama dalam obrolan pendingin air dan obrolan meja makan dari pantai ke pantai.

Tentu saja, apakah atribut-atribut kepribadian ini membuahkan kepemimpinan efektif di dunia bebas, adalah sebuah pertanyaan terbuka.

Tentang seri ini

Ini adalah profil ketiga dalam seri berkala profil kepribadian banyak kandidat Republik dalam pemilu presiden 2016. Hannah Hoppe merupakan asisten peneliti di Unit for the Study of Personality in Politics yang dipimpin oleh profesor tamu Aubrey Immelman di St. John’s University/College of St. Benedict. Immelman berspesialisasi dalam penilaian psikologis para kandidat presiden dan pemimpin dunia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s